Selasa, 18 Desember 2012

How to make a Hang Hand-made lamp


Materials that we need :
1)     Lamp
2)     Cable (for about 2 meters)
3)     Fitting= lampshade
4)     Plastic jar
5)     Sakelar
6)     Sticker=biting
The Procedures:
1)     Prepare the materials
2)     Peel each edge of the cable so we can get the copper inside it.
3)     In the edge down side of the jar, make a small hole so the cable can go out from the jar and it can connect with sakelar and sticker
4)     Connect the edge of the cable that we already peel with the down side of the lampshade.
5)     Open the lid of the jar and put a lampshade that has been connected with the cable. Pull the cable in the small hole in the down side of the jar (that we have already made in step 3)
6)     After that, we see the bottom of the jar. Mark two dots with board marker. Then, turn the bolds (baut) in the lamp shade with screwdriver until it cut through (menembus) the bottom of the jar.
7)     Put the lamp into the lampshade
8)     Connect the other edge of the cable with sakelar. To connect it, we just need one cable.
9)      Test it with AVO meter
10) Connect the cable with sticker(biting)
11) Test the lamp
12) Make two holes in the jar in the different side to make a hanger
13) Use wire to make the hanger, enter the wire into the hole and warped it.

Kamis, 27 September 2012

Loneliness

Saturday, September 22, 2012
Saat aku tengah menatap langit, muncul kerinduan padamu. Rasa yang menyiksa namun memberi warna baru dalam khayalku. Kadang rindu hadir sebagai pelengkap, bahwa cinta yang diperjuangkan sendirian adalah hal yang menyakitkan. Ya, berjuang sendirian. Sendiri berjuang ketika rasa cinta itu muncul secara tiba-tiba, tanpa dipinta. Sendiri berjuang menepis rasa kecewa saat cintamu memihak hati yang lain.
Memang sulit mengungkapkan kebenaran, terutama tentang rasa. Adakalanya aku kecewa akan sikapmu dan berharap kamu mengerti hal itu, namun kau menganggapnya sesuatu yang biasa. Di satu sisi aku merasa kesal terhadapmu, dan di sisi lain aku berharap kamu kembali lagi ke dalam lingkaran hidupku dengan membawa sejuta pengertian.
Kapan cinta sedikit saja mengandung kewarasan?  Kala tengah dilanda kebahagiaan, semua tentangnya serasa begitu sempurna.  Sedangkan saat dilanda ombak ketidakakuran, mengabaikannya begitu saja dan berpaling. Apakah begitu sebenarnya cinta? Bukankah cinta seharusnya tidak selalu mengutamakan ego individual?
Mungkin memang begitu risiko menjalin cinta. Kita harus siap ketika diterjang angin cemburu, menahan batin ketika ditampar kepedihan hati dan harus menelan obat pahit berupa kekecewaan. Terkadang kita harus mendahulukan orang yang kita cintai, salah satunya merelakannya. Let him  go. Merelakan dia memilih hati yang lain, merelakannya bahagia bersama orang yang kini dicintainya, yaitu orang lain yang kini mengisi hatinya, seseorang yang lebih dicintainya daripada diri kita.
Andaikan kau tahu, rasa ini sulit untuk dimatikan, dipadamkan, ataupun dimusnahkan. Andai kau tahu, rasa ini bukanlah rasa biasa, tetapi rasa yang mengandung campuran anatara kebahagiaan, kecemasan, serta pengharapan, yaitu cinta. Cinta. Lima kata sejuta makna. Andai kau tahu, bayanganmu mendominasi pikiranku ketika aku sedang menulis nyanyian hatiku saat ini. Andaikan kau tahu, kemarin aku memang kesal terhadap sikapmu, namun ketahuilah bahwa hal itu tidak merubah perasaan cinta yang selama ini ku simpan untukmu. Kapan kata ‘andai kau tahu’ berubah menjadi ‘akhirnya kamu tahu’?. Entah. Atau mungkin kau tak perlu tahu?
Waktu yang akan menjawab semua pertanyaanku. Waktu pula yang akan membawaku kepada kenyataan bahwa menjangkau hatimu tak semudah memetik bunga dari tangkainya.

Selasa, 11 September 2012